Disaat aku duduk di bangku SD, satu-satunya cita-cita yang terbersit dalam pikiran-ku adalah ingin menjadi seorang dokter. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, mimpi itupun berubah.
Perubahan itu terjadi ketika aku duduk di kelas 3 SMA. Pada saat itu aku sudah mulai sibuk mencari-cari informasi tentang universitas lengkap dengan fakultas kedokterannya dan melihat rincian biaya studinya. aku tercengang melihat apa yang aku lihat. Untuk masuk fakultas kedokteran itu biayanya sangat mahal, mana mungkin orangtua-ku sanggup untuk membiayai kuliahku kelak. Akhirnya aku putuskan untuk tidak melanjutkan cita-citaku itu. aku terus berpikir tentang jurusan apa yang akan aku pilih nantinya. Suatu hari, setelah selesai melaksanakan UN, ada seorang teman yang memberiku sebuah brosur tentang informasi penerimaan mahasiswa baru di salah satu PTN bandung. Aku pun tertarik dan segera memfotocopikan brosur tersebut. Setelah aku membacanya dengan seksama, ternyata biaya pendidikannya tidak begitu mahal. Dengan wajah berseri-seri aku memperlihatkan brosur tersebut kepada kakak-ku.
"udah yakin dengan pilihan kamu?" tanya kakak dengan nada heran. "yakin. aku ingin mencoba mengikuti tesnya dan mudah-mudahan bisa lolos". kakak berkata bahwa jika aku sudah benar-benar yakin maka harus benar-benar mempersiapkan diri untuk tes itu.
akhirnya, aku dan ketiga temanku mendaftar di jurusan yang sama. setelah mengambil nomor seleksi, kami mencari tempat(ruangan) tes kami nanti. kami pun mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh universitas tersebut.
Beberapa hari berlalu dan tibalah waktunya pengumuman hasil seleksi masuk di universitas tersebut. pengumumannya itu dapat dilihat di website resmi universitas itu. Menurut informasi, pengumumannya akan dimulai jam 8 malam. akan tetapi sudah jam 12 lebih saya masih belum bisa mengakses website tersebut. suasana malam itu menjadi benar-benar menegangkan. Aku masih belum bisa melihat apakah aku lolos atau tidak. Ditengah kegundahanku, tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku kaget, ternyata yang mengirim sms itu adalah salah satu temanku yang kebetulan mendaftar dijurusan yang sama denganku. Cepat-cepat aku membuka sms itu, dan aku tercengang dengan apa yang aku baca. dilayar ponsel itu tertulis "selamat ya sya, kamu keterima". Entah apa yang terjadi, aku tidak merasa bahagia sedikitpun. Yang aku rasakan justru adalah kecemasan, karena aku belum melihat sendiri apakah nama ku itu benar-benar tertulis atau mungkin itu nama orang yang tidak sengaja sama denganku.
setelah menutup kembali ponselku, aku kembali memusatkan perhatianku kepada halaman web itu. Dan akhirnya aku berhasil membukanya. dengan cepat aku mengetikkan nomor seleksi dan kemudian menekan tombol enter yang ada di keyboard. Subhanallah, setelah aku menekan tombol itu, tak lama kemudian muncul sebuah nama dan nomor seleksi serta jurusannya. Air mata pun tak bisa dibendung lagi. Memang benar bahwa aku lulus seleksi masuk.
Mulai dari detik itulah, cita-citaku berubah. Dari yang ingin menjadi seorang Dokter akhirnya beralih menjadi seorang Pendidik. karena aku beranggapan bahwa keduanya merupakan profesi yang menuntut pengabdian kepada masyarakat dan sama-sama mempunyai tujuan yang mulia.
Pada akhirnya aku berkuliah di jurusan PEDAGOGIK dengan mengambil program studi Pendidikan Dasar.
Begitulah cerita tentang perubahan cita-citaku.
Ternyata cita-cita itu bisa berubah...yakinlah bahwa Allah S.W.T pasti memberikan jalan yang terbaik bagi hambanya yang mau berusaha.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar