Entah seberapa banyak senyumku yang terulas karena kasih sayangmu....
Entah seberapa banyak candaku yang terlontar karena kutahu kau bagaikan sahabatku...
Dan entah seberapa banyak tawaku yang tertumpah karena canda yang kau lontarkan padaku..
Tapi kini....
Entah seberapa banyak air mataku yang tertumpah karena teringat kenangan tentang hari itu...
Apa itu mimpi buruk bagiku???
Bukan... Itu bukan mimpi buruk bagiku...
19 April 1998 adalah hari kematianmu....
Dan kini....
Yang ada dalam benakku hanya satu....
Aku rindu padamu Ayah.....
"Hidup itu penuh warna, banyak hal yang harus diabadikan dari sesuatu yang berwarna itu. Agar tidak hanya menjadi ingatan, tetapi juga menjadi sesuatu yang bisa dilihat....yaitu BLOG ini."
Rabu, 23 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
Ternyata cita-cita KU berubah......
Disaat aku duduk di bangku SD, satu-satunya cita-cita yang terbersit dalam pikiran-ku adalah ingin menjadi seorang dokter. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, mimpi itupun berubah.
Perubahan itu terjadi ketika aku duduk di kelas 3 SMA. Pada saat itu aku sudah mulai sibuk mencari-cari informasi tentang universitas lengkap dengan fakultas kedokterannya dan melihat rincian biaya studinya. aku tercengang melihat apa yang aku lihat. Untuk masuk fakultas kedokteran itu biayanya sangat mahal, mana mungkin orangtua-ku sanggup untuk membiayai kuliahku kelak. Akhirnya aku putuskan untuk tidak melanjutkan cita-citaku itu. aku terus berpikir tentang jurusan apa yang akan aku pilih nantinya. Suatu hari, setelah selesai melaksanakan UN, ada seorang teman yang memberiku sebuah brosur tentang informasi penerimaan mahasiswa baru di salah satu PTN bandung. Aku pun tertarik dan segera memfotocopikan brosur tersebut. Setelah aku membacanya dengan seksama, ternyata biaya pendidikannya tidak begitu mahal. Dengan wajah berseri-seri aku memperlihatkan brosur tersebut kepada kakak-ku.
"udah yakin dengan pilihan kamu?" tanya kakak dengan nada heran. "yakin. aku ingin mencoba mengikuti tesnya dan mudah-mudahan bisa lolos". kakak berkata bahwa jika aku sudah benar-benar yakin maka harus benar-benar mempersiapkan diri untuk tes itu.
akhirnya, aku dan ketiga temanku mendaftar di jurusan yang sama. setelah mengambil nomor seleksi, kami mencari tempat(ruangan) tes kami nanti. kami pun mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh universitas tersebut.
Beberapa hari berlalu dan tibalah waktunya pengumuman hasil seleksi masuk di universitas tersebut. pengumumannya itu dapat dilihat di website resmi universitas itu. Menurut informasi, pengumumannya akan dimulai jam 8 malam. akan tetapi sudah jam 12 lebih saya masih belum bisa mengakses website tersebut. suasana malam itu menjadi benar-benar menegangkan. Aku masih belum bisa melihat apakah aku lolos atau tidak. Ditengah kegundahanku, tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku kaget, ternyata yang mengirim sms itu adalah salah satu temanku yang kebetulan mendaftar dijurusan yang sama denganku. Cepat-cepat aku membuka sms itu, dan aku tercengang dengan apa yang aku baca. dilayar ponsel itu tertulis "selamat ya sya, kamu keterima". Entah apa yang terjadi, aku tidak merasa bahagia sedikitpun. Yang aku rasakan justru adalah kecemasan, karena aku belum melihat sendiri apakah nama ku itu benar-benar tertulis atau mungkin itu nama orang yang tidak sengaja sama denganku.
setelah menutup kembali ponselku, aku kembali memusatkan perhatianku kepada halaman web itu. Dan akhirnya aku berhasil membukanya. dengan cepat aku mengetikkan nomor seleksi dan kemudian menekan tombol enter yang ada di keyboard. Subhanallah, setelah aku menekan tombol itu, tak lama kemudian muncul sebuah nama dan nomor seleksi serta jurusannya. Air mata pun tak bisa dibendung lagi. Memang benar bahwa aku lulus seleksi masuk.
Mulai dari detik itulah, cita-citaku berubah. Dari yang ingin menjadi seorang Dokter akhirnya beralih menjadi seorang Pendidik. karena aku beranggapan bahwa keduanya merupakan profesi yang menuntut pengabdian kepada masyarakat dan sama-sama mempunyai tujuan yang mulia.
Pada akhirnya aku berkuliah di jurusan PEDAGOGIK dengan mengambil program studi Pendidikan Dasar.
Begitulah cerita tentang perubahan cita-citaku.
Ternyata cita-cita itu bisa berubah...yakinlah bahwa Allah S.W.T pasti memberikan jalan yang terbaik bagi hambanya yang mau berusaha.
Perubahan itu terjadi ketika aku duduk di kelas 3 SMA. Pada saat itu aku sudah mulai sibuk mencari-cari informasi tentang universitas lengkap dengan fakultas kedokterannya dan melihat rincian biaya studinya. aku tercengang melihat apa yang aku lihat. Untuk masuk fakultas kedokteran itu biayanya sangat mahal, mana mungkin orangtua-ku sanggup untuk membiayai kuliahku kelak. Akhirnya aku putuskan untuk tidak melanjutkan cita-citaku itu. aku terus berpikir tentang jurusan apa yang akan aku pilih nantinya. Suatu hari, setelah selesai melaksanakan UN, ada seorang teman yang memberiku sebuah brosur tentang informasi penerimaan mahasiswa baru di salah satu PTN bandung. Aku pun tertarik dan segera memfotocopikan brosur tersebut. Setelah aku membacanya dengan seksama, ternyata biaya pendidikannya tidak begitu mahal. Dengan wajah berseri-seri aku memperlihatkan brosur tersebut kepada kakak-ku.
"udah yakin dengan pilihan kamu?" tanya kakak dengan nada heran. "yakin. aku ingin mencoba mengikuti tesnya dan mudah-mudahan bisa lolos". kakak berkata bahwa jika aku sudah benar-benar yakin maka harus benar-benar mempersiapkan diri untuk tes itu.
akhirnya, aku dan ketiga temanku mendaftar di jurusan yang sama. setelah mengambil nomor seleksi, kami mencari tempat(ruangan) tes kami nanti. kami pun mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh universitas tersebut.
Beberapa hari berlalu dan tibalah waktunya pengumuman hasil seleksi masuk di universitas tersebut. pengumumannya itu dapat dilihat di website resmi universitas itu. Menurut informasi, pengumumannya akan dimulai jam 8 malam. akan tetapi sudah jam 12 lebih saya masih belum bisa mengakses website tersebut. suasana malam itu menjadi benar-benar menegangkan. Aku masih belum bisa melihat apakah aku lolos atau tidak. Ditengah kegundahanku, tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku kaget, ternyata yang mengirim sms itu adalah salah satu temanku yang kebetulan mendaftar dijurusan yang sama denganku. Cepat-cepat aku membuka sms itu, dan aku tercengang dengan apa yang aku baca. dilayar ponsel itu tertulis "selamat ya sya, kamu keterima". Entah apa yang terjadi, aku tidak merasa bahagia sedikitpun. Yang aku rasakan justru adalah kecemasan, karena aku belum melihat sendiri apakah nama ku itu benar-benar tertulis atau mungkin itu nama orang yang tidak sengaja sama denganku.
setelah menutup kembali ponselku, aku kembali memusatkan perhatianku kepada halaman web itu. Dan akhirnya aku berhasil membukanya. dengan cepat aku mengetikkan nomor seleksi dan kemudian menekan tombol enter yang ada di keyboard. Subhanallah, setelah aku menekan tombol itu, tak lama kemudian muncul sebuah nama dan nomor seleksi serta jurusannya. Air mata pun tak bisa dibendung lagi. Memang benar bahwa aku lulus seleksi masuk.
Mulai dari detik itulah, cita-citaku berubah. Dari yang ingin menjadi seorang Dokter akhirnya beralih menjadi seorang Pendidik. karena aku beranggapan bahwa keduanya merupakan profesi yang menuntut pengabdian kepada masyarakat dan sama-sama mempunyai tujuan yang mulia.
Pada akhirnya aku berkuliah di jurusan PEDAGOGIK dengan mengambil program studi Pendidikan Dasar.
Begitulah cerita tentang perubahan cita-citaku.
Ternyata cita-cita itu bisa berubah...yakinlah bahwa Allah S.W.T pasti memberikan jalan yang terbaik bagi hambanya yang mau berusaha.
My Inspiration
Setiap orang pasti mempunyai seorang inspirator di balik kasuksesannya, begitu pula dengan aku. Dia adalah sesosok wanita yang penuh dengan inspirasi. Perjalanan hidupnya membuatku percaya bahwa dialah inspirasi terbesar dalam hidupku. Mungkin, bagi orang-orang yang belum mengenalnya lebih dalam akan mengira bahwa dia hanyalah wanita biasa, cerewet dan rentan. Padahal di balik semua itu banyak sekali hikmah dari kehidupan beliau.
Tapi sayang, beliau bukanlah seorang tokoh "besar". Dia adalah seorang wanita yang sederhana, baik terhadap semua orang, baik itu yang sudah dikenalnya maupun belum. kadangkala orang-orang menyalahartikan kebaikannya itu, tapi beliau masih bisa tersenyum. Dia sangat mencintai keluarga dan sangat tegar dalam mengahadapi cobaan dari Tuhan. Bagaimana tidak, suami dan anak tertua yang dibanggakannya telah tiada. Dia berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anaknya. Wajahnya selalu dihiasi senyuman yang begitu menenangkan jiwa...
Dialah IBU-ku....Inspirasi hidupku....^_^ (I Love U Mom)
Tapi sayang, beliau bukanlah seorang tokoh "besar". Dia adalah seorang wanita yang sederhana, baik terhadap semua orang, baik itu yang sudah dikenalnya maupun belum. kadangkala orang-orang menyalahartikan kebaikannya itu, tapi beliau masih bisa tersenyum. Dia sangat mencintai keluarga dan sangat tegar dalam mengahadapi cobaan dari Tuhan. Bagaimana tidak, suami dan anak tertua yang dibanggakannya telah tiada. Dia berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi anak-anaknya. Wajahnya selalu dihiasi senyuman yang begitu menenangkan jiwa...
Dialah IBU-ku....Inspirasi hidupku....^_^ (I Love U Mom)
Sekelumit Kisah tentang AKU

aku adalah bungsu dari enam bersaudara yang dilahirkan di sebuah desa kecil di Lampung. Tak ada yang spesial tentang aku, hanya saja mungkin ada beberapa hal yang unik dalam diri-ku.
Nama. Orangtua ku memberikan sebuah nama yang indah dan penuh makna (narsis.com ^_^hehehe). "Terisya Damayanti" itulah nama yang mereka berikan untukku. sebenernya sich ada kisah unik di balik nama itu. Ceritain ga ya?? Ya udah dech, aku ceritain biar ga penasaran, hehe.. Fakta yang pertama, terisya berasal dari kata "terry" (latin) yang artinya "prajurit" and damayanti dari kata "damai"(indonesia), jadi orangtua ku dulu berharap agar kelak aku bisa mempunyai sifat seperti seorang prajurit yang cinta akan kedamaian (bangga). amiiiin^_^
Sedangkan fakta unik yang kedua adalah kalau nama aku itu spasinya dihilangin "terisyadamayanti", disitu ada kata "syadam". Maksudnya apa? konon kabarnya, ayah aku itu dulu nge-fans bwangedt sama mantan prasiden Irak "Sadam Hussein", sampe-sampe nama anaknya terinspirasi dari dia dech,hehehe (nyengir).
sorry nich ya, kalau aku rada narsis.
Tentang nama udah, skarang aku mau cerita tentang kehidupanku waktu sekolah....dengerin ya!!!!
Dulu waktu aku kelas 1 SD, ada temen sekelas aku yang lebih tua dari anak2 yang ada di kelas. katanya dia itu dah kelas 4, tapi ga tau kenapa jadi di daftarin di kelas satu lagi, ckckckc. kami yang masih belajar nulis, eh tulisan dia dah bagus banget, mana tegak bersambung lagi. Yang paling nyebelin itu pas pembagian raport cawu 1 (masih jadul banget ya..hehehe). aku dah ngarep banget bakalan rengking satu, tapi malah nama dia yang dipanggil duluan. bete bangedt kan? padahal dah ngarep banget. Karena nama aku ga dipanggil di urutan pertama, aku lasung pulang dech...(biasa, nak kecil. suka ngambek). jadi aku ga tau dech nama aku dipanggil or ga. pas aku lagi di rumah, kakak aku pulang dari ngambilin raport. Dan akhirnya aku tau kalau aku dapet ranking ke-3. Awalnya sich kecewa, tapi ga pa2 dech yang penting dapet ranking, hehehe :p...
Akhirnya, waktu kelas dua dia pindah, ga tau kemana..setelah itu obsesi aku bwat jadi juara 1 terwujud.
SMP. di masa ini aku mulai bisa merasakan seneng and sedihnya dalam persahabatan. Ada seorang temen yang tiba-tiba musuhin aku (ya, jadi sedih dech). aku ga tau masalahnya apa, tapi untungnya aku ga ambil pusing untuk soal itu, coz aku punya banyak teman yang baik sama aku...(love u friends^^) sampai sekarang aku masih berhubungan baik ma mereka...
SMA, biasa-biasa ja sich. ga terlalu menarik. n' skarang aku dah kuliah di salah satu PTN di bandung...
Udah ah, ceritanya segitu ja, takut dikira narsis hehhe(padahal dari tadi dah narsis, wakakaka).
Bye-bye^_^v ....
